Senin, 31 Mei 2021

Cara Kerja dan Manfaat Drone - SIK

 Cara Kerja dan Manfaat Drone

Cara Kerja Drone

Cara kerja drone yang akan kita bahas ini adalah untuk drone yang di pasarkan untuk kalangan umum. Jadi mungkin ini akan berbeda jika cara pandang kita adalah drone untuk keperluan militer, dimana cara kerjanya di kontrol menggunakan smartphone karena drone memiliki chip komputer serupa arduino namun lebih kompleks. Chip ini membuat drone dapat mengolah gambar dari kamera yang terpasang padanya kemudian mengirimkan hasilnya ke smartphone yang digunakan sebagai kontrol. Bentuknya jika di smartphone mirip aplikasi dan memang aplikasi namun bawaan dari merek drone itu sendiri. Gambar yang di kirimkan oleh chip drone adalah real time dan resolusinya bisa diatur sesuai spesifikasi drone. Cara mengendalikannya menggunakan telunjuk dan mengarahkan ke kiri atau kekanan pada smartphone.


Gambar 1. Cara Kerja Drone
(Sumber: http://buaya-instrument.com/blog-buaya-instrument/Cara-Kerja-drone-yang-Wajib-Anda-diketahui)


Beberapa drone mahal delengkapi dengan chip GPS. Cara kerjanya adalah sebelum terbang harus di pastikan dapat sinyal GPS terlebih dahulu dan ada batas minimal sinyal yang didapatkan untuk drone bisa terbang. Drone yang akan di terbangkan menggunakan GPS benar-benar tergantung dengan kekuatan sinyal GPS. Karena drone yang di terbangkan dengan GPS tidak terikat jarak antara pilot dengan drone, jadi drone akan tetap terbang sesuai apa yang diperintahkan.

 

Peran Drone dalam bidang Kelautan

Berkaitan dengan penggunaan drone untuk pemetaan pesisir, ketinggian terbang cukup bervariasi mulai dari 30 meter hingga 200 meter di atas permukaan laut (Madawalagama et al., 2016; Boon et al., 2017; Remondino et al., 2011; Sturdivant et al., 2017; Meng et al., 2017). Variasi ketinggian drone tersebut, berhubungan erat dengan skala dan luas cakupan pemetaan yang akan dilaksanakan. Semakin rendah tinggi terbang, maka resolusi spasial citra semakin baik sehingga mampu menghasilkan peta dengan skala detail. Meskipun demikian, cakupan wilayah yang mampu direkam menjadi semakin sempit. Sebaliknya, jika drone terbang lebih tinggi dapat mencakup wilayah yang luas, tetapi resolusi spasial semakin berkurang sehingga kedetailan skala peta dan akurasi yang dihasilkan juga semakin berkurang (Prayudha, 2018).

Ø  Pemetaan/pemotretan udara untuk pesisir

Ø  Pemetaan gelombang à panjang gelombang à pola datang gel.

Ø  Pemetaan rip current

Ø  Pemetaan tumpahan minyak

Ø  Teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) untuk Menjaga ke Maritim Republik Indonesia

Ø  pemetaaan pulau-pulau kecil dan pesisir

Ø  Pemantauan illegal loging ataupun Fishing di laut, SAR

 

Manfaat Drone

a.       Untuk Mencari Korban Bencana Alam dan Korban Tragedi lainnya

        Manfaat drone yang pertama adalah untuk membantu korban bencana alam dan berbagai bencana lainnya. Pada beberapa kasus, drone memang efektif digunakan untuk menyelamatkan manusia. Misalnya pada kasus bencana banjir. Drone bisa diterbangkan pada area yang membahayakan untuk menemukan apakah masih ada korban yang selamat. Drone juga bisa digunakan untuk memberikan suplai bantuan sementara. Sebab, mungkin area untuk menjangkau wilayah tersebut sangat membahayakan.

b.      Untuk Menegakkan Hukum

        Manfaat drone selanjutnya adalah untuk menegakkan hukum. Misalnya, untuk menjaga perbatasan antar negara. Aktivitas di sekitar perbatasan antar negara bisa dipantau dengan baik menggunakan drone. Jadi adanya pelanggaran yang terjadi bisa segera diketahui dan diselesaikan masalahnya. Pada penggunaan dalam internal negara, drone juga bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Misalnya untuk menjaga area hutan lindung dari penebangan liar. Sebab, selama ini masalah klasik kerusakan hutan adalah dikarenakan luasnya areal hutan yang kadang tidak terjangkau oleh pengawas hutan.

c.       Sebagai Alat untuk Membantu Perawatan Infrastruktur

    Pada beberapa bangunan tertentu seperti jembatan dan gedung pencakar langit yang tinggi, penggunaan drone jelas menjadi pilihan yang baik untuk fungsi maintenance. Drone bisa dikirim pada area yang sangat tinggi dan terlalu beresiko 8 bagi manusia. Alat ini bisa difungsikan untuk mengetahui jika ada kerusakan yang perlu diperbaiki.

d.      Untuk Mengawasi Area Persawahan atau Perkebunan Yang Luas

        Drone juga bisa dimanfaatkan untuk mengawasi area persawahan yang luas, seperti area pertanian dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektarhektar. Anda bisa memanfaatkan alat ini untuk mengetahui adanya pencurian maupun kerusakan yang diakibatkan aktivitas binatang liar.

e.       Untuk Kepentingan Jurnalisme

        Anda bisa memanfaatkan drone untuk kepentingan jurnalisme. Misalnya, mengirim drone di area peperangan untuk mengetahui secara live apa yang sedang terjadi. Sebab, untuk mengirim langsung wartawan dan kameramen tentu resikonya sangat membahayakan. Bukan tidak mungkin wartawan dan kameramen tersebut dianggap musuh sehingga menjadi korban salah sasaran.

f.       Untuk Penelitian

    Manfaat drone untuk penelitian dikarenakan kemampuannya untuk banyak hal. Selain bisa mengambil gambar hewan atau binatang tertentu, drone juga bisa digunakan untuk memantau kondisi suatu area yang ingin diteliti namun tidak terjangkau.

g.      Untuk Perfilman

    Drone bisa digunakan untuk membawa kamera. Karenanya alat ini bisa membantu proses pengambilan gambar terutama untuk film-film documenter. Kualitas gambar yang dihasilkan sendiri sangat tergantung dengan spesifikasi drone dan kamera yang digunakan. Semakin bagus kualitas drone dan kamera, semakin baik pula gambar yang bisa dihasilkan.

 

Keuntungan dan Kerugian Drone

Keuntungan menggunakan drone:

1.    bentuknya yang kecil dan mudah dibuat;

2.    harga lebih ekonomis atau biayanya lebih murah;

3.    sebagai pesawat penyerang, pengintai atau mata-mata, dapat digunakan sebagai patroli perbatasan;

4.    melihat luas lahan dan kontur, ini memudahkan perencanaan pembangunan lahan;

5.    memantau luas lahan dan kebakaran hutan, membuat peta tambang bidang pertambangan;

6.    pemantauan dan pengawasan lalu lintas;

7.    sistem navigasi dengan kamera yang canggih;

8.    bersifat portable sehingga bisa digunakan dimanapun berada; dan

9.    tidak memerlukan pilot untuk menerbangkan pesawat tersebut.

Kerugian menggunakan drone:

1.        Bila dilakukan ditempat umum dapat mengganggu penerbangan pesawat komersial dan militer.

2.        Ada oknum yang menyalahgunakan sehingga terjadi hal yang kurang baik sebagai contoh pada 20 Juli 2015 lalu ada drone jatuh di Menara BCA, karena mengalami turbulensi. Setelah dibuka isinya ternyata ada alat perekam visual pada obyek-obyek penting di kawasan Kota Jakarta. Motifnya saat ini masih diselidiki.

3.        Harganya mahal, waktu untuk pengamatan tidak lama.

4.        Tidak dapat menjangkau daerah yang sangat terpencil dikarenakan minimnya bahan bakar.

5.        Rawan rusak apabila digunakan diatas lautan karena bentuknya yang kecil.  

6.        bila dilakukan di tempat umum dapat mengganggu penerbangan pesawat komersial dan militer;

7.        ada oknum yang menyalahgunakan sehingga terjadi hal yang kurang baik;

8.        harganya mahal dan waktu untuk pengamatan tidak lama;

9.        bahan bakar sedikit

10.    rawan rusak apabila digunakan di atas lautan karena bentuknya yang kecil.


 

Jenis - Jenis Drone - Sistem Instrumentasi Kelautan

 Jenis - Jenis Drone - SIK


 Jenis-jenis Drone

Menurut Suroso (2018), UAV berdasarkan kemampuan terbangnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 1) Tactical UAV terdiri dari UAV berukuran mikro hingga mini, kontrol jarak pendek hingga menengah (< 500 kilometer), dengan daya tahan mulai dari beberapa menit hingga tiga hari, serta berada pada ketinggian yang rendah hingga menengah (< lima kilometer); 2) Strategical UAV yang memiliki kemampuan terbang pada ketinggian stratosfer hingga lebih dari 20 kilometer, dengan daya tahan mencapai empat hari; dan 3) Special Task UAV yang digunakan untuk keperluan militer atau 46 spionase. Saat ini, jenis yang banyak digunakan untuk berbagai aplikasi terutama pemetaan adalah tactical UAV.

Berdasarkan cara terbangnya, UAV secara umum dibagi menjadi dua yaitu fixed-wing dan sistem rotary. Fixed-wing merupakan UAV yang mengandalkan sayap untuk dapat terbang, sedangkan sistem rotary mengandalkan baling-baling sebagai motor penggerak wahana. Dari segi biaya, jenis UAV fixed-wing membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk mendapatkannya dibandingkan dengan jenis rotary. Oleh karena itu, jenis fixed-wing jarang dimiliki secara personal/individu. Berbeda halnya dengan jenis rotary yang sudah cukup luas digunakan oleh masyarakat, karena harganya yang terjangkau (Remondino et al., 2011).

Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling):

1)   Fixed wing Drone (Tunggal)

Fixed-wing UAV merupakan jenis UAV yang menggunakan motor sebagai penggerak, dan juga mengandalkan sayap untuk bertahan terbang di udara (Gambar 1). Penggunaan sayap meningkatkan efisiensi energi yang dikeluarkan oleh motor penggerak, sehingga dapat menghasilkan daya tahan terbang yang lebih lama. Jenis UAV ini dapat bertahan terbang hingga empat jam sebelum daya/ baterai diisi ulang kembali. Lebih jauh, UAV tersebut dapat mencakup wilayah perekaman yang lebih luas (Gundlach, 2012; Thamm et al., 2015). Meskipun demikian, UAV jenis fixed-wing memiliki kekurangan yaitu membutuhkan landasan yang sesuai untuk pendaratannya. Pemilihan lokasi landasan yang kurang tepat menyebabkan resiko kerusakan baik untuk kamera yang dibawa maupun UAV itu sendiri (Suroso, 2018).

 

Gambar 1. Contoh fixed-wing UAV

(Sumber: https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html)


Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau konsepnya seperti scanning. Drone jenis Fixed wing memiliki energi lebih irit baterai karena single baling baling.

 

2)   Multicopter Drone (Multi) atau rotary system

UAV jenis rotary system mengandalkan kerja rotor sebagai penggerak dan sekaligus juga untuk mempertahankan ketinggian atau terbang di udara (Gambar 3). UAV jenis ini lebih mudah untuk melakukan pendaratan dan terbang kembali, karena tidak membutuhkan landasan yang panjang. Meskipun demikian, jenis tersebut tidak efisien dalam penggunaan daya karena rotor bekerja keras untuk melayangkan UAV. Oleh karena itu, tidak memungkinkan untuk melakukan perekaman pada wilayah yang luas (Cai et al., 2014). Kelebihan dari UAV jenis penggerak rotor ini adalah terletak pada kualitas hasil perekaman yang lebih baik daripada UAV jenis fixed-wing. Hal tersebut dikarenakan UAV jenis rotor bergerak lebih stabil dan lambat dibandingkan dengan jenis fixed-wing. Boon et al. (2017) menegaskan dalam kajiannya bahwa UAV jenis penggerak rotor menghasilkan resolusi spasial yang lebih baik dibandingkan dengan UAV jenis fixed-wing karena sifat pergerakannya yang lebih stabil dan lambat (Suroso, 2018).

Gambar 2. Contoh UAV Jenis Rotary
(Sumber: https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/)


Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang multicopter dikarenakan lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman. UAV jenis rotary sudah banyak digunakan untuk aplikasi pemetaan habitat di wilayah pesisir. memanfaatkan UAV jenis rotary untuk memetakan wilayah pesisir dan habitat laut dangkal. Data tersebut disajikan dalam bentuk 3-dimensi untuk melihat bentuk topografi pantai dengan akurasi yang cukup baik, sehingga memungkinkan untuk melihat perubahan fisik yang terjadi pada pantai. Pemanfaatan UAV jenis rotary untuk pemetaan bentang lahan pesisir bahkan mampu menghasilkan akurasi tematik hingga 96,12 %.


 Manfaat Drone

a.       Untuk Mencari Korban Bencana Alam dan Korban Tragedi lainnya

        Manfaat drone yang pertama adalah untuk membantu korban bencana alam dan berbagai bencana lainnya. Pada beberapa kasus, drone memang efektif digunakan untuk menyelamatkan manusia. Misalnya pada kasus bencana banjir. Drone bisa diterbangkan pada area yang membahayakan untuk menemukan apakah masih ada korban yang selamat. Drone juga bisa digunakan untuk memberikan suplai bantuan sementara. Sebab, mungkin area untuk menjangkau wilayah tersebut sangat membahayakan.

b.      Untuk Menegakkan Hukum

        Manfaat drone selanjutnya adalah untuk menegakkan hukum. Misalnya, untuk menjaga perbatasan antar negara. Aktivitas di sekitar perbatasan antar negara bisa dipantau dengan baik menggunakan drone. Jadi adanya pelanggaran yang terjadi bisa segera diketahui dan diselesaikan masalahnya. Pada penggunaan dalam internal negara, drone juga bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Misalnya untuk menjaga area hutan lindung dari penebangan liar. Sebab, selama ini masalah klasik kerusakan hutan adalah dikarenakan luasnya areal hutan yang kadang tidak terjangkau oleh pengawas hutan.

c.       Sebagai Alat untuk Membantu Perawatan Infrastruktur

    Pada beberapa bangunan tertentu seperti jembatan dan gedung pencakar langit yang tinggi, penggunaan drone jelas menjadi pilihan yang baik untuk fungsi maintenance. Drone bisa dikirim pada area yang sangat tinggi dan terlalu beresiko 8 bagi manusia. Alat ini bisa difungsikan untuk mengetahui jika ada kerusakan yang perlu diperbaiki.

d.      Untuk Mengawasi Area Persawahan atau Perkebunan Yang Luas

        Drone juga bisa dimanfaatkan untuk mengawasi area persawahan yang luas, seperti area pertanian dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektarhektar. Anda bisa memanfaatkan alat ini untuk mengetahui adanya pencurian maupun kerusakan yang diakibatkan aktivitas binatang liar.

e.       Untuk Kepentingan Jurnalisme

        Anda bisa memanfaatkan drone untuk kepentingan jurnalisme. Misalnya, mengirim drone di area peperangan untuk mengetahui secara live apa yang sedang terjadi. Sebab, untuk mengirim langsung wartawan dan kameramen tentu resikonya sangat membahayakan. Bukan tidak mungkin wartawan dan kameramen tersebut dianggap musuh sehingga menjadi korban salah sasaran.

f.       Untuk Penelitian

    Manfaat drone untuk penelitian dikarenakan kemampuannya untuk banyak hal. Selain bisa mengambil gambar hewan atau binatang tertentu, drone juga bisa digunakan untuk memantau kondisi suatu area yang ingin diteliti namun tidak terjangkau.

g.      Untuk Perfilman

    Drone bisa digunakan untuk membawa kamera. Karenanya alat ini bisa membantu proses pengambilan gambar terutama untuk film-film documenter. Kualitas gambar yang dihasilkan sendiri sangat tergantung dengan spesifikasi drone dan kamera yang digunakan. Semakin bagus kualitas drone dan kamera, semakin baik pula gambar yang bisa dihasilkan.


Sumber Referensi:

Suroso, Indreswari. 2018. Analisis Peran Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di Kulonprogo. Jurnal Rekam, 14(1): 17-25

https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/

https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html

DRONE - Sistem Instrumentasi Kelautan - SIK - Oseanografi

 Drone - Sistem Instrumentasi Kelautan

Definisi Drone

Drone adalah pesawat yang terbang dengan sistem robotik dikendalikan oleh pilot di tanah. Drone memiliki berbagai fungsi yaitu sebagai alat pendeteksi, alat pemetaan di udara, alat pemetaan banjir, tanah longsor, lahan pertanian bahkan dapat mendeteksi material logam didalam bumi. Drone dapat berfungsi alat pendeteksi pulau terpencil, salat foto udara bila terjadi sengketa sawah, untuk pemetaan bidang pertanian dan pemetaan bidang pertambangan. Berdasarkan jenisnya, terdapat dua jenis drone, yaitu multicopter dan fixed wing. Multicopter adalah jenis drone yang memanfaatkan putaran baling-baling untuk terbang, sedangkan fixed wing memiliki bentuk seperti pesawat terbang biasa yang dilengkapi sistem sayap (Suroso, 2018).


Gambar 1. Contoh Drone
(Sumber: https://www.builder.id/komponen-drone/)


Drone merupakan pesawat tanpa pilot yang mana pada sistem kendalinya dapat dikendalikan secara otomatis melalui program komputer yang dirancang, atau melalui kendali jarak jauh dari pilot yang terdapat di dataran atau di kendaraan lainnya. Awalnya UAV merupakan pesawat yang dikendalikan jarak jauh, namun sistem otomatis kini mulai banyak diterapkan (Emirul, 2016).

Drone adalah pesawat terbang dengan sistem robotik. Drone berfungsi sebagai alat pemetaan, sebagai alat pendeteksi banjir dengan foto udara. Drone memiliki dua jenis yaitu multicopter dan jenis sayap. Drone dengan jenis multicopter seperti pada gambar 1. Drone jenis sayap atau fixed wing seperti pada gambar 2. Drone memiliki camera dan alat kalibrasi. Drone jenis quadcopter sangat cocok untuk alat pemetaan yang daerah yang difoto udara penuh angin dikarenakan drone jenis ini lebih stabil. Adapun drone jenis sayap (fixed wing) memiliki kestabilan kurang. Drone semakin banyak propeller maka baterei semakin cepat habis masa penggunaannya (Pradana, 2016).

Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle atau UAV), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Dahulu mungkin orang mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk memata-matai musuh di daerah konflik. Secara garis besar penggunaan dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer (Suroso, 2018).

Drone atau UAV berdasarkan UVS (Unmanned Vehicle Systems) International didefinisikan sebagai benda terbang tanpa awak yang dapat dikendalikan dari jarak tertentu (Remondino et al., 2011). Indonesia memiliki definisi drone tersendiri yang disebutkan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. PM 90 tahun 2015. Di dalam peraturan tersebut, drone atau Pesawat Udara Tanpa Awak didefinisikan sebagai sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh penerbang (pilot) atau mampu mengendalikan dirinya sendiri dengan menggunakan hukum aerodinamika. UAV berdasarkan kemampuan terbangnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 1) Tactical UAV terdiri dari UAV berukuran mikro hingga mini, kontrol jarak pendek hingga menengah (< 500 kilometer), dengan daya tahan mulai dari beberapa menit hingga tiga hari, serta berada pada ketinggian yang rendah hingga menengah (< lima kilometer); 2) Strategical UAV yang memiliki kemampuan terbang pada ketinggian stratosfer hingga lebih dari 20 kilometer, dengan daya tahan mencapai empat hari; dan 3) Special Task UAV yang digunakan untuk keperluan militer atau 46 spionase. Saat ini, jenis yang banyak digunakan untuk berbagai aplikasi terutama pemetaan adalah tactical UAV (Prayudha, 2018).

 

Komponen Drone

1.    Flight Controller

Flight Controller adalah pusat saraf dari drone. Sistem kontrol penerbangan pesawat tidak berawak ini banyak dan beragam. Dari GPS diaktifkan sistem autopilot dan diterbangkan melalui cara link telemetri untuk sistem stabilisasi dasar menggunakan hardware kelas radio kontrol, dan ada sebuah program open source. Flight controller pada saat ini memiliki banyak sensor yang tersedia GPS, sensor tekanan udara, sensor kecepatan udara.

2.    Brushless DC Motor (BLDC)

BLDC motor adalah suatu jenis motor sinkron. Artinya medan magnet yang dihasilkan oleh stator dan medan magnet rotor berputar di frekuensi dan kecepatan yang sama. BLDC motor tidak mengalami slip, tidak seperti yang terjadi pada motor induksi biasa. BLDC motor menghasilkan torsi maksimal saat putaran awal, selanjutnya torsi akan menurun seiring dengan bertambahnya kecepatan motor. BLDC Motor merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk memutar impellerpompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain - lain. Digunakan di industri mapun di rumah, seperti: mixer, bor listrik, kipas angin. Motor ini terdiri dari empat bagian utama, yaitu: rotor, stator, hall sensor, dan rangkaian kontrol. Stator suatu BLDC motor terdiri dari tumpukan baja laminasi dengan lilitan ditempatkan di slot.

3.    Remote Control

Teknologi Pengendali (Remote Control) adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan sebuah mesin dari jarak jauh. Istilah remote control juga sering disingkat menjadi "remote" saja. Remote juga sering kali mengacu pada istilah "controller, donker, doofer, zapper, click-buzz, box, flipper, zippity, clicker, atau changer". Pada umumnya, pengendali jarak jauh digunakan untuk memberikan perintah dari kejauhan kepada televisi atau barangbarang elektronik lainnya seperti sistem stereo dan pemutar DVD. Remote control untuk perangkat-perangkat ini biasanya berupa benda kecil nirkabel yang dipegang dalam tangan dengan sederetan tombol untuk menyesuaikan berbagai setting, seperti misalnya saluran televisi, nomor trek, dan volume suara.

4.    Baterai Li Po (Lithium Polymer)

Baterai Lithium Polymer atau biasa disebut dengan LiPo merupakan salah satu jenis baterai yang sering digunakan dalam dunia RC. Utamanya untuk RC tipe pesawat dan helikopter. Baterai LiPo tidak menggunakan cairan sebagai elektrolit melainkan menggunakan elektrolit polimer kering yang berbentuk seperti lapisan plastik film tipis. Lapisan film ini disusun berlapis-lapis diantara anoda dan katoda yang mengakibatkan pertukaran ion. Dengan metode ini baterai LiPo dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran.

5.    Frame

Frame merupakan tempat untuk meletakkan komponen lain dari drone, frame adalah badan dari drone. Desain pada drone haruslah proporsional karena jika tidak drone akan terbang tidak stabil, akibat beban yang tidak seimbang. Seain itu tata letak komponen juga harus dipikirkan untuk membuat quadcopter lebih rapih dalam instal peralatan. Dalam membuat frame untuk bahan aluminium, jika jatuh dari ketinggian bisa menyebabkan bengkok tapi mudah untuk diperbaiki. Sedangkan jika menggunakan akrilik, bahan ini rawan pecah namun mudah untuk dibuat karena sudah banyak jasa laser cutting untuk akrilik.

6.    ESC (Electronic Speed Controller)

Sebuah Modul Rangkaian Electronic yang fungsinya mengatur putaran pada motor sesuai ampere yang di butuhkan oleh motor bisa dibilang ESC yang dimaksud disini bekerja dan hanya bisa digunakan untuk Motor Jenis AC (3 fasa connector) sedang untuk Dinamo DC bisa tanpa menggunakan ESC dan bisa juga dengan ESC 2 fasa dan cukup 2 kutub catu daya + dan - (2 fasa connector). (Shenzhen: 1-3). Jika dilihat dari fungsinya, kerja ESC untuk copter dan quadcopter ini bekerja dipengaruhi oleh 2 faktor: 1. Kuat arus (Ampere) untuk di berikan motor untuk mengontrol Speed Ampere ESC harus lebih besar dari pada motor/minimal A.ESC=A.Motor esc minimal harus sama atau lebih besar ampere nya dari motor. 2. Di pengaruhi oleh bobot quadcopter jika beban (bobot heli) semakin berat, kalau bisa Ampere ESC diberikan nilai yg besar, ini sangat mempengaruhi saat mengangkat bobot heli, putaran motor akan sedikit tertahan dan terbeban karena sifat saat membuat tekanan angin.

7.    Module Camera

Pada modul camera memperhatikan komponen dari spesifikasi dari kamera yang terpasang pada drone dan konfigurasi camera. Dua tersebut sangat diperhatikan dalam modul camera dalam drone.

8.    Video Sender

Video sender merupakan alat untuk mengirim atau mentransmisikan gambar dan indikator yang terdapat pada drone dan kamera sehingga dapat terlihat oleh operator. Video sender sangat penting karena untuk melihat dan memantau gambar yang dihasilkan oleh quadcopter dengan video sender kita dapat melihat gambar secara real time. video sender terdiri dua bagian yaitu transmitter dan receiver. Sebuah pemancar (transmitter atau radio) adalah perangkat elektronik yang menghasilkan gelombang radio dengan bantuan antena. Sebuah pemancar menghasilkan arus frekuensi radio diterapkan pada antena, kemudian memancarkan gelombang radio. Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. Sistem kerja dari receiver adalah sebagai berikut, antena menerima berbagai macam gelombang elektromagnetik dari berbagai pemancar. Penala kemudian melakukan pemilihan gelombang mana yang akan diterima. Gelombang elaktromagnetik dari pemancar yang dipilih akan diubah menjadi sinyal listrik yang termodulasi

9.    Passive Infrared Receiver (PIR)

Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) adalah sebuah sensor yang biasa digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia. Aplikasi ini biasa digunakan untuk system alarm pada rumah-rumah atau perkantoran. Sensor PIR adalah sebuah sensor yang menangkap pancaran sinyal inframerah yang dikeluarkan oleh tubuh manusia maupun hewan. Sensor PIR dapat merespon perubahanperubahan pancaran sinyal inframerah yang dipancarkan oleh tubuh manusia. Sensor ini terbuat dari bahan Crystalline yang dapat membangkitkan sinyal elektrik ketika terdapat energi panas pada radiasi inframerah, energi panas tersebut dapat berasal dari panas tubuh manusia dan hewan dengan sinyal gelombang yang panjangnya dari 9.4 mm.

10.     Gyroscope

Gyroscope (gasing) berasal dari kata “gyro” yang artinya berputar, dan “schopein‟ yang artinya melihat. Pengertian secara umum, bahwa gyroscope adalah benda yang menyerupai roda yang berputar pada porosnya dengan kecepatan tinggi (6000 putaran per menit atau lebih) dan dapat bergerak bebas sekeliling 3 arah poros yang berdiri tegak lurus satu sama lain, dimana arah porosporos tersebut saling memotong di titik berat benda.

11.     GPS (Global Positioning System)

GPS atau Global Positioning System, merupakan sebuah alat atau sistem yang dapat digunakan untuk menginformasikan penggunanya berada (secara global) di permukaan bumi yang berbasiskan satelit. Data dikirim dari satelit berupa sinyal radio dengan data digital. Dimanapun posisi saat ini, maka GPS bisa membantu menunjukan arah, selama masih terlihat langit. Layanan GPS ini tersedia gratis, bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya apapun kecuali membeli GPS receiver-nya.

12.     Arduino

Uno Arduino adalah board berbasis mikrokontroler pada ATmega328. Board ini memiliki 14 digital input / output pin (dimana 6 pin dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack listrik tombol reset. Pin-pin ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, hanya terhubung ke komputer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat dari adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya.

13.     Buzzer

Buzzer Listrik adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Pada umumnya, Buzzer yang merupakan sebuah perangkat audio ini sering digunakan pada rangkaian anti-maling, Alarm pada Jam Tangan, Bel Rumah, peringatan mundur pada Truk dan perangkat peringatan bahaya lainnya. Jenis Buzzer yang sering ditemukan dan digunakan adalah Buzzer yang berjenis Piezoelectric, hal ini dikarenakan Buzzer Piezoelectric memiliki berbagai kelebihan seperti lebih murah, relatif lebih ringan Kabel USB Board dan lebih mudah dalam menggabungkannya ke Rangkaian Elektronika lainnya. Buzzer yang termasuk dalam keluarga Transduser ini juga sering disebut dengan Beeper.



Sumber Referensi:

Perdana, A.P. 2006. Kajian Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh dan Data Argo Float di Selatan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara, Skripsi, Fakultas Geograf UGM, Yogyakarta.

Pradana, dkk. (2016). Single Propeller Drone (Singrone): Inovasi Rancang Bangun Drone Single Propeller sebagai Wahana Pemetaan Lahan Berbasis UAV, Jurnal Electronics, Informatics, and Vocational Education (ELINVO). 1(3)

Suroso, Indreswari. 2018. Analisis Peran Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di Kulonprogo. Jurnal Rekam, 14(1): 17-25

Prayudha, Bayu. 2018. Potensi Pemanfaatan Drone untuk Penyediaan Data Wilayah Pesisir. Oseana, Volume XLIII, Nomor 1 Tahun 2018: 44 – 52.


Popular Posts

CTD atau Conductivity, Temperature, and Depth

 CTD atau Conductivity, Temperature, and  Depth  Definisi CTD           CTD atau conductivity, Temperature, and Depth adalah salah satu inst...