Drone - Sistem Instrumentasi Kelautan
Definisi Drone
Drone adalah pesawat yang terbang dengan
sistem robotik dikendalikan oleh pilot di tanah. Drone memiliki berbagai fungsi
yaitu sebagai alat pendeteksi, alat pemetaan di udara, alat pemetaan banjir,
tanah longsor, lahan pertanian bahkan dapat mendeteksi material logam didalam
bumi. Drone dapat berfungsi alat pendeteksi pulau terpencil, salat foto udara
bila terjadi sengketa sawah, untuk pemetaan bidang pertanian dan pemetaan
bidang pertambangan. Berdasarkan jenisnya, terdapat dua jenis drone, yaitu
multicopter dan fixed wing. Multicopter adalah jenis drone yang memanfaatkan
putaran baling-baling untuk terbang, sedangkan fixed wing memiliki bentuk
seperti pesawat terbang biasa yang dilengkapi sistem sayap (Suroso, 2018).
Drone merupakan pesawat tanpa pilot yang
mana pada sistem kendalinya dapat dikendalikan secara otomatis melalui program
komputer yang dirancang, atau melalui kendali jarak jauh dari pilot yang
terdapat di dataran atau di kendaraan lainnya. Awalnya UAV merupakan pesawat
yang dikendalikan jarak jauh, namun sistem otomatis kini mulai banyak
diterapkan (Emirul, 2016).
Drone adalah pesawat terbang dengan
sistem robotik. Drone berfungsi sebagai alat pemetaan, sebagai alat pendeteksi
banjir dengan foto udara. Drone memiliki dua jenis yaitu multicopter dan jenis
sayap. Drone dengan jenis multicopter seperti pada gambar 1. Drone jenis sayap
atau fixed wing seperti pada gambar 2. Drone memiliki camera dan alat
kalibrasi. Drone jenis quadcopter sangat cocok untuk alat pemetaan yang daerah
yang difoto udara penuh angin dikarenakan drone jenis ini lebih stabil. Adapun
drone jenis sayap (fixed wing) memiliki kestabilan kurang. Drone semakin banyak
propeller maka baterei semakin cepat habis masa penggunaannya (Pradana, 2016).
Drone adalah pesawat tanpa awak yang
dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak (Unmanned
Aerial Vehicle atau UAV), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan
kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri,
menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali
dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Dahulu mungkin
orang mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk
memata-matai musuh di daerah konflik. Secara garis besar penggunaan dari
pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer (Suroso, 2018).
Drone atau UAV berdasarkan UVS (Unmanned
Vehicle Systems) International didefinisikan sebagai benda terbang tanpa awak
yang dapat dikendalikan dari jarak tertentu (Remondino et al., 2011). Indonesia
memiliki definisi drone tersendiri yang disebutkan di dalam Peraturan Menteri
Perhubungan (Permenhub) No. PM 90 tahun 2015. Di dalam peraturan tersebut,
drone atau Pesawat Udara Tanpa Awak didefinisikan sebagai sebuah mesin terbang
yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh penerbang (pilot) atau mampu
mengendalikan dirinya sendiri dengan menggunakan hukum aerodinamika. UAV
berdasarkan kemampuan terbangnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 1) Tactical
UAV terdiri dari UAV berukuran mikro hingga mini, kontrol jarak pendek hingga
menengah (< 500 kilometer), dengan daya tahan mulai dari beberapa menit
hingga tiga hari, serta berada pada ketinggian yang rendah hingga menengah
(< lima kilometer); 2) Strategical UAV yang memiliki kemampuan terbang pada
ketinggian stratosfer hingga lebih dari 20 kilometer, dengan daya tahan
mencapai empat hari; dan 3) Special Task UAV yang digunakan untuk keperluan
militer atau 46 spionase. Saat ini, jenis yang banyak digunakan untuk berbagai
aplikasi terutama pemetaan adalah tactical UAV (Prayudha, 2018).
Komponen Drone
1. Flight
Controller
Flight Controller
adalah pusat saraf dari drone. Sistem kontrol penerbangan pesawat tidak berawak
ini banyak dan beragam. Dari GPS diaktifkan sistem autopilot dan diterbangkan
melalui cara link telemetri untuk sistem stabilisasi dasar menggunakan hardware
kelas radio kontrol, dan ada sebuah program open source. Flight controller pada
saat ini memiliki banyak sensor yang tersedia GPS, sensor tekanan udara, sensor
kecepatan udara.
2. Brushless
DC Motor (BLDC)
BLDC motor adalah suatu
jenis motor sinkron. Artinya medan magnet yang dihasilkan oleh stator dan medan
magnet rotor berputar di frekuensi dan kecepatan yang sama. BLDC motor tidak
mengalami slip, tidak seperti yang terjadi pada motor induksi biasa. BLDC motor
menghasilkan torsi maksimal saat putaran awal, selanjutnya torsi akan menurun
seiring dengan bertambahnya kecepatan motor. BLDC Motor merupakan sebuah
perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Energi mekanik ini digunakan untuk memutar impellerpompa, fan atau blower,
menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain - lain. Digunakan di industri
mapun di rumah, seperti: mixer, bor listrik, kipas angin. Motor ini terdiri
dari empat bagian utama, yaitu: rotor, stator, hall sensor, dan rangkaian
kontrol. Stator suatu BLDC motor terdiri dari tumpukan baja laminasi dengan
lilitan ditempatkan di slot.
3. Remote
Control
Teknologi Pengendali
(Remote Control) adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk
mengoperasikan sebuah mesin dari jarak jauh. Istilah remote control juga sering
disingkat menjadi "remote" saja. Remote juga sering kali mengacu pada
istilah "controller, donker, doofer, zapper, click-buzz, box, flipper,
zippity, clicker, atau changer". Pada umumnya, pengendali jarak jauh
digunakan untuk memberikan perintah dari kejauhan kepada televisi atau
barangbarang elektronik lainnya seperti sistem stereo dan pemutar DVD. Remote
control untuk perangkat-perangkat ini biasanya berupa benda kecil nirkabel yang
dipegang dalam tangan dengan sederetan tombol untuk menyesuaikan berbagai
setting, seperti misalnya saluran televisi, nomor trek, dan volume suara.
4. Baterai
Li Po (Lithium Polymer)
Baterai Lithium Polymer
atau biasa disebut dengan LiPo merupakan salah satu jenis baterai yang sering
digunakan dalam dunia RC. Utamanya untuk RC tipe pesawat dan helikopter.
Baterai LiPo tidak menggunakan cairan sebagai elektrolit melainkan menggunakan
elektrolit polimer kering yang berbentuk seperti lapisan plastik film tipis.
Lapisan film ini disusun berlapis-lapis diantara anoda dan katoda yang
mengakibatkan pertukaran ion. Dengan metode ini baterai LiPo dapat dibuat dalam
berbagai bentuk dan ukuran.
5. Frame
Frame merupakan tempat
untuk meletakkan komponen lain dari drone, frame adalah badan dari drone.
Desain pada drone haruslah proporsional karena jika tidak drone akan terbang
tidak stabil, akibat beban yang tidak seimbang. Seain itu tata letak komponen juga
harus dipikirkan untuk membuat quadcopter lebih rapih dalam instal peralatan.
Dalam membuat frame untuk bahan aluminium, jika jatuh dari ketinggian bisa
menyebabkan bengkok tapi mudah untuk diperbaiki. Sedangkan jika menggunakan
akrilik, bahan ini rawan pecah namun mudah untuk dibuat karena sudah banyak
jasa laser cutting untuk akrilik.
6. ESC
(Electronic Speed Controller)
Sebuah Modul Rangkaian
Electronic yang fungsinya mengatur putaran pada motor sesuai ampere yang di
butuhkan oleh motor bisa dibilang ESC yang dimaksud disini bekerja dan hanya
bisa digunakan untuk Motor Jenis AC (3 fasa connector) sedang untuk Dinamo DC bisa
tanpa menggunakan ESC dan bisa juga dengan ESC 2 fasa dan cukup 2 kutub catu
daya + dan - (2 fasa connector). (Shenzhen: 1-3). Jika dilihat dari fungsinya,
kerja ESC untuk copter dan quadcopter ini bekerja dipengaruhi oleh 2 faktor: 1.
Kuat arus (Ampere) untuk di berikan motor untuk mengontrol Speed Ampere ESC
harus lebih besar dari pada motor/minimal A.ESC=A.Motor esc minimal harus sama
atau lebih besar ampere nya dari motor. 2. Di pengaruhi oleh bobot quadcopter
jika beban (bobot heli) semakin berat, kalau bisa Ampere ESC diberikan nilai yg
besar, ini sangat mempengaruhi saat mengangkat bobot heli, putaran motor akan
sedikit tertahan dan terbeban karena sifat saat membuat tekanan angin.
7. Module
Camera
Pada modul camera
memperhatikan komponen dari spesifikasi dari kamera yang terpasang pada drone
dan konfigurasi camera. Dua tersebut sangat diperhatikan dalam modul camera
dalam drone.
8. Video
Sender
Video sender merupakan
alat untuk mengirim atau mentransmisikan gambar dan indikator yang terdapat
pada drone dan kamera sehingga dapat terlihat oleh operator. Video sender
sangat penting karena untuk melihat dan memantau gambar yang dihasilkan oleh
quadcopter dengan video sender kita dapat melihat gambar secara real time.
video sender terdiri dua bagian yaitu transmitter dan receiver. Sebuah pemancar
(transmitter atau radio) adalah perangkat elektronik yang menghasilkan
gelombang radio dengan bantuan antena. Sebuah pemancar menghasilkan arus
frekuensi radio diterapkan pada antena, kemudian memancarkan gelombang radio.
Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam
bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. Sistem kerja dari receiver
adalah sebagai berikut, antena menerima berbagai macam gelombang
elektromagnetik dari berbagai pemancar. Penala kemudian melakukan pemilihan
gelombang mana yang akan diterima. Gelombang elaktromagnetik dari pemancar yang
dipilih akan diubah menjadi sinyal listrik yang termodulasi
9. Passive
Infrared Receiver (PIR)
Sensor PIR (Passive
Infrared Receiver) adalah sebuah sensor yang biasa digunakan untuk mendeteksi
keberadaan manusia. Aplikasi ini biasa digunakan untuk system alarm pada
rumah-rumah atau perkantoran. Sensor PIR adalah sebuah sensor yang menangkap
pancaran sinyal inframerah yang dikeluarkan oleh tubuh manusia maupun hewan.
Sensor PIR dapat merespon perubahanperubahan pancaran sinyal inframerah yang
dipancarkan oleh tubuh manusia. Sensor ini terbuat dari bahan Crystalline yang
dapat membangkitkan sinyal elektrik ketika terdapat energi panas pada radiasi
inframerah, energi panas tersebut dapat berasal dari panas tubuh manusia dan
hewan dengan sinyal gelombang yang panjangnya dari 9.4 mm.
10. Gyroscope
Gyroscope (gasing)
berasal dari kata “gyro” yang artinya berputar, dan “schopein‟ yang artinya
melihat. Pengertian secara umum, bahwa gyroscope adalah benda yang menyerupai
roda yang berputar pada porosnya dengan kecepatan tinggi (6000 putaran per
menit atau lebih) dan dapat bergerak bebas sekeliling 3 arah poros yang berdiri
tegak lurus satu sama lain, dimana arah porosporos tersebut saling memotong di
titik berat benda.
11. GPS
(Global Positioning System)
GPS atau Global
Positioning System, merupakan sebuah alat atau sistem yang dapat digunakan
untuk menginformasikan penggunanya berada (secara global) di permukaan bumi
yang berbasiskan satelit. Data dikirim dari satelit berupa sinyal radio dengan
data digital. Dimanapun posisi saat ini, maka GPS bisa membantu menunjukan
arah, selama masih terlihat langit. Layanan GPS ini tersedia gratis, bahkan
tidak perlu mengeluarkan biaya apapun kecuali membeli GPS receiver-nya.
12. Arduino
Uno Arduino adalah
board berbasis mikrokontroler pada ATmega328. Board ini memiliki 14 digital
input / output pin (dimana 6 pin dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input
analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack listrik tombol reset.
Pin-pin ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, hanya
terhubung ke komputer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat dari
adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya.
13. Buzzer
Buzzer Listrik adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Pada umumnya, Buzzer yang merupakan sebuah perangkat audio ini sering digunakan pada rangkaian anti-maling, Alarm pada Jam Tangan, Bel Rumah, peringatan mundur pada Truk dan perangkat peringatan bahaya lainnya. Jenis Buzzer yang sering ditemukan dan digunakan adalah Buzzer yang berjenis Piezoelectric, hal ini dikarenakan Buzzer Piezoelectric memiliki berbagai kelebihan seperti lebih murah, relatif lebih ringan Kabel USB Board dan lebih mudah dalam menggabungkannya ke Rangkaian Elektronika lainnya. Buzzer yang termasuk dalam keluarga Transduser ini juga sering disebut dengan Beeper.
Sumber Referensi:
Perdana, A.P. 2006. Kajian Suhu
Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh dan Data Argo Float
di Selatan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara, Skripsi,
Fakultas Geograf UGM, Yogyakarta.
Pradana, dkk. (2016). Single Propeller
Drone (Singrone): Inovasi Rancang Bangun Drone Single Propeller sebagai Wahana
Pemetaan Lahan Berbasis UAV, Jurnal Electronics, Informatics, and Vocational
Education (ELINVO). 1(3)
Suroso, Indreswari. 2018. Analisis Peran
Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia
Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di
Kulonprogo. Jurnal Rekam, 14(1): 17-25
Prayudha, Bayu. 2018. Potensi
Pemanfaatan Drone untuk Penyediaan Data Wilayah Pesisir. Oseana, Volume XLIII,
Nomor 1 Tahun 2018: 44 – 52.
