ARGO FLOATS
Definisi Argo Floats
ARGO merupakan singkatan dari The
Array for Real-time Geostropic Oceanography dimana nama argo dipilih untuk
memperkuat hubungan global float array dengan misi satelit altimetri
Jason. ARGO bagian dari Global Climate Observing System/Global Ocean Observing System
(GCOS/GOOS) yang dikoordinai oleh Argo Steering Steering Team dimana 18 negara
tergabung di dalamnya (Australia, Kanada, Cina, Denmark, Perancis, Jerman,
India, Irlandia, Jepang, Korea, Mauritania, Belanda, Selandia Baru, Norwegia,
Rusia, Spanyol, Inggris, dan USA) dan Uni-Eropa terlibat di dalamnya. Beberapa
Negara termasuk Afrika Selatan, Indonesia dan Chili telah membantu dalam
penyebarannya. Argo
Float merupakan instrumen pengukuran data suhu, salinitas dan tekanan di laut
yang Sebagianbesar waktu operasinya berada di kedalaman lebih dari 1500 m. Argo
Float umumnya memiliki siklus pengukuran setiap 10 hari, namun beberapa argo ada
yang beroperasi dengan siklus yang lebih pendek (Khaldun et al., 2020).
Argo Float merupakan instrumen yang
bergerak mengikuti arus bawah laut yang akan muncul ke permukaan setiap 10 hari
dan akan mengirimkan data ke satelit, munculnya Argo Float sebagai suatu metode
pengukuran global dengan perolehan data melalui pengukuran in situ yaitu
menggunakan pelampung (float) dikombinasikan dengan sistem satelit untuk
menerima dan mengirimkan data, data yang diperoleh melalui proses observasi
kelautan yaitu profil horizontal dan vertikal temperatur dan salinitas laut
secara near real-time. Argo Float ialah instrumen yang bergerak
mengikuti arus bawah laut untuk memperoleh data temperature dan salinitas
hingga kedalaman 200 m dibanyak lokasi sesusai dengan pergerakan arus bawah
laut. Dengan demikia, monitoring temperatur salinitas dan kecepatan di lautan
akan berlangsung secara kontinyu dan semua data dapat di-relay dan
dipublikasikan dalam beberapa jam setelah pengumpulan data awal (Akhbar et
al., 2018).
Komponen Argo Float
Prinsip awal dari desain Argo float
adalah harus dapat mencakup pengetahuan instrumentasi kelautan secara
keseluruhan. Dengan kata lain, Argo float harus merupakan suatu wahana yang
dapat memenuhi kebutuhan sampling secara global dan terus-menerus, terutama
untuk pengukuran parameter oseanografi secara vertikal pada laut dalam, dan sebagai
komplemen data satelit untuk meningkatkan akurasi pembuatan model global
nteraksi laut-atmosfer yang sebelumnya belum pernah bisa tercapai.
- Antena
satelit
- Antena untuk pengumpulan data satelit dipasang di bagian atas pelampung yang membentang di atas permukaan laut setelah selesai naik.
- Sensor
CTD
- Sebuah sensor CTD buatan SEABIRD yang dipasang pada sebuah pelampung robotic yang bisa Secara otomatis bergerak naik-turun dalam selang waktu setiap 10 hari sekali
- Transmiter
Satelit (menggunakan satelit GTS untuk transmisi data dari float ke stasiun
bumi)
- Pompa
udara
- Pompa
Hidrolik
- Oli
Hidrolik
- Kantong
Pneumatik
- Baterai
Lithium
Peranan Argo Floats di Kelautan
Pengamatan in situ diperlukan untuk
mengamati lautan, tren iklimnya, dan memvalidasi pengukuran yang dilakukan oleh
satelit. Data in situ juga penting untuk model laut karena digunakan untuk asimilasi
data dan juga untuk validasi ilmiahnya. Sedangkan Argo mengarah pada banyak
penemuan baru yang mendokumentasikan keadaan berkembang dan variabilitas sistem
laut / iklim, mendukung prakiraan laut yang lebih baik, dan mendukung semua
cabang ilmu kelautan. Selama periode ini, teknologi yang digunakan di Argo
telah maju, memungkinkan operasi di wilayah yang sebelumnya sulit: lebih dekat
ke permukaan laut, di laut marginal, di zona es musiman, dan di atas kedalaman
laut penuh. Secara paralel, persyaratan baru muncul, seperti peningkatan
pengambilan sampel di daerah tropis dan perbatasan barat. Peningkatan utama
Argo yang direncanakan termasuk pengambilan sampel kedalaman penuh (Deep
Argo) dan penambahan sensor baru (Argo Biogeokimia).
Manfaat Argo floats
Manfaat Argo floats
adalah:
a. Dapat
mengukur suhu dan salinitas di 2000m puncak lautan
b. Penelitian
oseanografi. Informasi near real-time tentang perubahan samudra sedang
merevolusi pengetahuan tentang dinamika samudra. Sampai saat ini sekitar 1100
makalah telaah sejawat telah menggunakan data Argo. Topik meliputi sifat dan
formasi massa air, interaksi udara-laut , sirkulasi laut (arus skala besar),
pusaran skala besar (sistem cuaca samudra), dinamika laut, dan variabilitas
musiman hingga beberapa dekade.
c. Variabilitas
iklim. Ini membantu kita untuk memahami variabilitas pada berbagai skala waktu,
menafsirkan perubahan sebelumnya, dan pada akhirnya meningkatkan
prediktabilitas iklim.
d. Pengetahuan
tentang keadaan lautan kita mulai memungkinkan kita untuk memahami kondisi yang
memengaruhi stok ikan dan produktivitas biologis, serta lebih memahami
bagaimana lautan kita berfungsi sebagai sistem yang kompleks. Karena datanya
mendekati waktu nyata dan mudah tersedia, data tersebut juga diasimilasi ke
dalam pemodelan operasional, termasuk untuk prediksi arus jangka pendek
(misalnya tumpahan minyak lepas pantai, pencarian dan penyelamatan) dan suhu (misalnya
untuk perikanan), untuk musiman. prakiraan antar-tahunan (misalnya El NiƱo),
dan untuk menginisialisasi prediksi puluhan tahun dari sistem iklim laut /
atmosfer (seperti yang dimiliki IPCC). Akhirnya, data tersebut bahkan dapat
dimasukkan ke dalam prakiraan cuaca jangka pendek.

