Senin, 31 Mei 2021

Jenis - Jenis Drone - Sistem Instrumentasi Kelautan

 Jenis - Jenis Drone - SIK


 Jenis-jenis Drone

Menurut Suroso (2018), UAV berdasarkan kemampuan terbangnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 1) Tactical UAV terdiri dari UAV berukuran mikro hingga mini, kontrol jarak pendek hingga menengah (< 500 kilometer), dengan daya tahan mulai dari beberapa menit hingga tiga hari, serta berada pada ketinggian yang rendah hingga menengah (< lima kilometer); 2) Strategical UAV yang memiliki kemampuan terbang pada ketinggian stratosfer hingga lebih dari 20 kilometer, dengan daya tahan mencapai empat hari; dan 3) Special Task UAV yang digunakan untuk keperluan militer atau 46 spionase. Saat ini, jenis yang banyak digunakan untuk berbagai aplikasi terutama pemetaan adalah tactical UAV.

Berdasarkan cara terbangnya, UAV secara umum dibagi menjadi dua yaitu fixed-wing dan sistem rotary. Fixed-wing merupakan UAV yang mengandalkan sayap untuk dapat terbang, sedangkan sistem rotary mengandalkan baling-baling sebagai motor penggerak wahana. Dari segi biaya, jenis UAV fixed-wing membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk mendapatkannya dibandingkan dengan jenis rotary. Oleh karena itu, jenis fixed-wing jarang dimiliki secara personal/individu. Berbeda halnya dengan jenis rotary yang sudah cukup luas digunakan oleh masyarakat, karena harganya yang terjangkau (Remondino et al., 2011).

Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling):

1)   Fixed wing Drone (Tunggal)

Fixed-wing UAV merupakan jenis UAV yang menggunakan motor sebagai penggerak, dan juga mengandalkan sayap untuk bertahan terbang di udara (Gambar 1). Penggunaan sayap meningkatkan efisiensi energi yang dikeluarkan oleh motor penggerak, sehingga dapat menghasilkan daya tahan terbang yang lebih lama. Jenis UAV ini dapat bertahan terbang hingga empat jam sebelum daya/ baterai diisi ulang kembali. Lebih jauh, UAV tersebut dapat mencakup wilayah perekaman yang lebih luas (Gundlach, 2012; Thamm et al., 2015). Meskipun demikian, UAV jenis fixed-wing memiliki kekurangan yaitu membutuhkan landasan yang sesuai untuk pendaratannya. Pemilihan lokasi landasan yang kurang tepat menyebabkan resiko kerusakan baik untuk kamera yang dibawa maupun UAV itu sendiri (Suroso, 2018).

 

Gambar 1. Contoh fixed-wing UAV

(Sumber: https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html)


Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau konsepnya seperti scanning. Drone jenis Fixed wing memiliki energi lebih irit baterai karena single baling baling.

 

2)   Multicopter Drone (Multi) atau rotary system

UAV jenis rotary system mengandalkan kerja rotor sebagai penggerak dan sekaligus juga untuk mempertahankan ketinggian atau terbang di udara (Gambar 3). UAV jenis ini lebih mudah untuk melakukan pendaratan dan terbang kembali, karena tidak membutuhkan landasan yang panjang. Meskipun demikian, jenis tersebut tidak efisien dalam penggunaan daya karena rotor bekerja keras untuk melayangkan UAV. Oleh karena itu, tidak memungkinkan untuk melakukan perekaman pada wilayah yang luas (Cai et al., 2014). Kelebihan dari UAV jenis penggerak rotor ini adalah terletak pada kualitas hasil perekaman yang lebih baik daripada UAV jenis fixed-wing. Hal tersebut dikarenakan UAV jenis rotor bergerak lebih stabil dan lambat dibandingkan dengan jenis fixed-wing. Boon et al. (2017) menegaskan dalam kajiannya bahwa UAV jenis penggerak rotor menghasilkan resolusi spasial yang lebih baik dibandingkan dengan UAV jenis fixed-wing karena sifat pergerakannya yang lebih stabil dan lambat (Suroso, 2018).

Gambar 2. Contoh UAV Jenis Rotary
(Sumber: https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/)


Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang multicopter dikarenakan lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman. UAV jenis rotary sudah banyak digunakan untuk aplikasi pemetaan habitat di wilayah pesisir. memanfaatkan UAV jenis rotary untuk memetakan wilayah pesisir dan habitat laut dangkal. Data tersebut disajikan dalam bentuk 3-dimensi untuk melihat bentuk topografi pantai dengan akurasi yang cukup baik, sehingga memungkinkan untuk melihat perubahan fisik yang terjadi pada pantai. Pemanfaatan UAV jenis rotary untuk pemetaan bentang lahan pesisir bahkan mampu menghasilkan akurasi tematik hingga 96,12 %.


 Manfaat Drone

a.       Untuk Mencari Korban Bencana Alam dan Korban Tragedi lainnya

        Manfaat drone yang pertama adalah untuk membantu korban bencana alam dan berbagai bencana lainnya. Pada beberapa kasus, drone memang efektif digunakan untuk menyelamatkan manusia. Misalnya pada kasus bencana banjir. Drone bisa diterbangkan pada area yang membahayakan untuk menemukan apakah masih ada korban yang selamat. Drone juga bisa digunakan untuk memberikan suplai bantuan sementara. Sebab, mungkin area untuk menjangkau wilayah tersebut sangat membahayakan.

b.      Untuk Menegakkan Hukum

        Manfaat drone selanjutnya adalah untuk menegakkan hukum. Misalnya, untuk menjaga perbatasan antar negara. Aktivitas di sekitar perbatasan antar negara bisa dipantau dengan baik menggunakan drone. Jadi adanya pelanggaran yang terjadi bisa segera diketahui dan diselesaikan masalahnya. Pada penggunaan dalam internal negara, drone juga bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Misalnya untuk menjaga area hutan lindung dari penebangan liar. Sebab, selama ini masalah klasik kerusakan hutan adalah dikarenakan luasnya areal hutan yang kadang tidak terjangkau oleh pengawas hutan.

c.       Sebagai Alat untuk Membantu Perawatan Infrastruktur

    Pada beberapa bangunan tertentu seperti jembatan dan gedung pencakar langit yang tinggi, penggunaan drone jelas menjadi pilihan yang baik untuk fungsi maintenance. Drone bisa dikirim pada area yang sangat tinggi dan terlalu beresiko 8 bagi manusia. Alat ini bisa difungsikan untuk mengetahui jika ada kerusakan yang perlu diperbaiki.

d.      Untuk Mengawasi Area Persawahan atau Perkebunan Yang Luas

        Drone juga bisa dimanfaatkan untuk mengawasi area persawahan yang luas, seperti area pertanian dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektarhektar. Anda bisa memanfaatkan alat ini untuk mengetahui adanya pencurian maupun kerusakan yang diakibatkan aktivitas binatang liar.

e.       Untuk Kepentingan Jurnalisme

        Anda bisa memanfaatkan drone untuk kepentingan jurnalisme. Misalnya, mengirim drone di area peperangan untuk mengetahui secara live apa yang sedang terjadi. Sebab, untuk mengirim langsung wartawan dan kameramen tentu resikonya sangat membahayakan. Bukan tidak mungkin wartawan dan kameramen tersebut dianggap musuh sehingga menjadi korban salah sasaran.

f.       Untuk Penelitian

    Manfaat drone untuk penelitian dikarenakan kemampuannya untuk banyak hal. Selain bisa mengambil gambar hewan atau binatang tertentu, drone juga bisa digunakan untuk memantau kondisi suatu area yang ingin diteliti namun tidak terjangkau.

g.      Untuk Perfilman

    Drone bisa digunakan untuk membawa kamera. Karenanya alat ini bisa membantu proses pengambilan gambar terutama untuk film-film documenter. Kualitas gambar yang dihasilkan sendiri sangat tergantung dengan spesifikasi drone dan kamera yang digunakan. Semakin bagus kualitas drone dan kamera, semakin baik pula gambar yang bisa dihasilkan.


Sumber Referensi:

Suroso, Indreswari. 2018. Analisis Peran Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di Kulonprogo. Jurnal Rekam, 14(1): 17-25

https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/

https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html

Popular Posts

CTD atau Conductivity, Temperature, and Depth

 CTD atau Conductivity, Temperature, and  Depth  Definisi CTD           CTD atau conductivity, Temperature, and Depth adalah salah satu inst...