Jenis - Jenis Drone - SIK
Jenis-jenis
Drone
Menurut
Suroso (2018), UAV berdasarkan kemampuan terbangnya dibagi menjadi tiga jenis,
yaitu: 1) Tactical UAV terdiri dari UAV berukuran mikro hingga mini, kontrol
jarak pendek hingga menengah (< 500 kilometer), dengan daya tahan mulai dari
beberapa menit hingga tiga hari, serta berada pada ketinggian yang rendah
hingga menengah (< lima kilometer); 2) Strategical UAV yang memiliki
kemampuan terbang pada ketinggian stratosfer hingga lebih dari 20 kilometer,
dengan daya tahan mencapai empat hari; dan 3) Special Task UAV yang digunakan
untuk keperluan militer atau 46 spionase. Saat ini, jenis yang banyak digunakan
untuk berbagai aplikasi terutama pemetaan adalah tactical UAV.
Berdasarkan
cara terbangnya, UAV secara umum dibagi menjadi dua yaitu fixed-wing dan sistem
rotary. Fixed-wing merupakan UAV yang mengandalkan sayap untuk dapat terbang,
sedangkan sistem rotary mengandalkan baling-baling sebagai motor penggerak
wahana. Dari segi biaya, jenis UAV fixed-wing membutuhkan biaya yang cukup
mahal untuk mendapatkannya dibandingkan dengan jenis rotary. Oleh karena itu,
jenis fixed-wing jarang dimiliki secara personal/individu. Berbeda halnya
dengan jenis rotary yang sudah cukup luas digunakan oleh masyarakat, karena
harganya yang terjangkau (Remondino et al., 2011).
Drone
ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling):
1) Fixed
wing Drone (Tunggal)
Fixed-wing
UAV merupakan jenis UAV yang menggunakan motor sebagai penggerak, dan juga
mengandalkan sayap untuk bertahan terbang di udara (Gambar 1). Penggunaan sayap
meningkatkan efisiensi energi yang dikeluarkan oleh motor penggerak, sehingga
dapat menghasilkan daya tahan terbang yang lebih lama. Jenis UAV ini dapat
bertahan terbang hingga empat jam sebelum daya/ baterai diisi ulang kembali.
Lebih jauh, UAV tersebut dapat mencakup wilayah perekaman yang lebih luas (Gundlach,
2012; Thamm et al., 2015). Meskipun demikian, UAV jenis fixed-wing memiliki
kekurangan yaitu membutuhkan landasan yang sesuai untuk pendaratannya.
Pemilihan lokasi landasan yang kurang tepat menyebabkan resiko kerusakan baik
untuk kamera yang dibawa maupun UAV itu sendiri (Suroso, 2018).
Gambar
1. Contoh fixed-wing UAV
(Sumber: https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html)
Drone
jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang
cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan
(mapping) atau konsepnya seperti scanning. Drone jenis Fixed wing memiliki
energi lebih irit baterai karena single baling baling.
2) Multicopter
Drone (Multi) atau rotary system
UAV
jenis rotary system mengandalkan kerja rotor sebagai penggerak dan sekaligus
juga untuk mempertahankan ketinggian atau terbang di udara (Gambar 3). UAV
jenis ini lebih mudah untuk melakukan pendaratan dan terbang kembali, karena
tidak membutuhkan landasan yang panjang. Meskipun demikian, jenis tersebut
tidak efisien dalam penggunaan daya karena rotor bekerja keras untuk
melayangkan UAV. Oleh karena itu, tidak memungkinkan untuk melakukan perekaman
pada wilayah yang luas (Cai et al., 2014). Kelebihan dari UAV jenis penggerak
rotor ini adalah terletak pada kualitas hasil perekaman yang lebih baik
daripada UAV jenis fixed-wing. Hal tersebut dikarenakan UAV jenis rotor
bergerak lebih stabil dan lambat dibandingkan dengan jenis fixed-wing. Boon et
al. (2017) menegaskan dalam kajiannya bahwa UAV jenis penggerak rotor
menghasilkan resolusi spasial yang lebih baik dibandingkan dengan UAV jenis
fixed-wing karena sifat pergerakannya yang lebih stabil dan lambat (Suroso,
2018).
Untuk
Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang
multicopter dikarenakan lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk
mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling
semakin stabil dan lebih aman. UAV jenis rotary sudah banyak digunakan untuk
aplikasi pemetaan habitat di wilayah pesisir. memanfaatkan UAV jenis rotary
untuk memetakan wilayah pesisir dan habitat laut dangkal. Data tersebut
disajikan dalam bentuk 3-dimensi untuk melihat bentuk topografi pantai dengan
akurasi yang cukup baik, sehingga memungkinkan untuk melihat perubahan fisik
yang terjadi pada pantai. Pemanfaatan UAV jenis rotary untuk pemetaan bentang
lahan pesisir bahkan mampu menghasilkan akurasi tematik hingga 96,12 %.
Manfaat
Drone
a. Untuk
Mencari Korban Bencana Alam dan Korban Tragedi lainnya
Manfaat
drone yang pertama adalah untuk membantu korban bencana alam dan berbagai
bencana lainnya. Pada beberapa kasus, drone memang efektif digunakan untuk
menyelamatkan manusia. Misalnya pada kasus bencana banjir. Drone bisa
diterbangkan pada area yang membahayakan untuk menemukan apakah masih ada
korban yang selamat. Drone juga bisa digunakan untuk memberikan suplai bantuan
sementara. Sebab, mungkin area untuk menjangkau wilayah tersebut sangat
membahayakan.
b. Untuk
Menegakkan Hukum
Manfaat
drone selanjutnya adalah untuk menegakkan hukum. Misalnya, untuk menjaga
perbatasan antar negara. Aktivitas di sekitar perbatasan antar negara bisa
dipantau dengan baik menggunakan drone. Jadi adanya pelanggaran yang terjadi
bisa segera diketahui dan diselesaikan masalahnya. Pada penggunaan dalam
internal negara, drone juga bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Misalnya untuk
menjaga area hutan lindung dari penebangan liar. Sebab, selama ini masalah
klasik kerusakan hutan adalah dikarenakan luasnya areal hutan yang kadang tidak
terjangkau oleh pengawas hutan.
c. Sebagai
Alat untuk Membantu Perawatan Infrastruktur
Pada
beberapa bangunan tertentu seperti jembatan dan gedung pencakar langit yang
tinggi, penggunaan drone jelas menjadi pilihan yang baik untuk fungsi
maintenance. Drone bisa dikirim pada area yang sangat tinggi dan terlalu
beresiko 8 bagi manusia. Alat ini bisa difungsikan untuk mengetahui jika ada
kerusakan yang perlu diperbaiki.
d. Untuk
Mengawasi Area Persawahan atau Perkebunan Yang Luas
Drone
juga bisa dimanfaatkan untuk mengawasi area persawahan yang luas, seperti area
pertanian dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya berhektarhektar. Anda bisa
memanfaatkan alat ini untuk mengetahui adanya pencurian maupun kerusakan yang
diakibatkan aktivitas binatang liar.
e. Untuk
Kepentingan Jurnalisme
Anda
bisa memanfaatkan drone untuk kepentingan jurnalisme. Misalnya, mengirim drone
di area peperangan untuk mengetahui secara live apa yang sedang terjadi. Sebab,
untuk mengirim langsung wartawan dan kameramen tentu resikonya sangat
membahayakan. Bukan tidak mungkin wartawan dan kameramen tersebut dianggap
musuh sehingga menjadi korban salah sasaran.
f. Untuk
Penelitian
Manfaat
drone untuk penelitian dikarenakan kemampuannya untuk banyak hal. Selain bisa
mengambil gambar hewan atau binatang tertentu, drone juga bisa digunakan untuk
memantau kondisi suatu area yang ingin diteliti namun tidak terjangkau.
g. Untuk
Perfilman
Drone
bisa digunakan untuk membawa kamera. Karenanya alat ini bisa membantu proses
pengambilan gambar terutama untuk film-film documenter. Kualitas gambar yang
dihasilkan sendiri sangat tergantung dengan spesifikasi drone dan kamera yang
digunakan. Semakin bagus kualitas drone dan kamera, semakin baik pula gambar
yang bisa dihasilkan.
Sumber Referensi:
Suroso, Indreswari. 2018. Analisis Peran
Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia
Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di
Kulonprogo. Jurnal Rekam, 14(1): 17-25
https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/
https://www.uavgl.com/sale-8166198-high-accurate-mapping-fixed-wing-drone-easy-to-control-rtk-version-intelligent-thrust-reverse-decele.html

