Minggu, 30 Mei 2021

Tugas Pengganti UAS - Gelombang

 Tugas Pengganti UAS - Gelombang - Abrasi

Abrasi dapat disebabkan oleh faktor alam berupa hantaman gelombang atau ombak dan faktor aktivitas manusia yang merusak dapat berupa pengalihfungsian lahan mangrove, pengerukan pasir atau batuan pantai, dan aktivitas lainnya yang bersifat merusak pesisir. Menurut Diposaptono (2011), Survey membuktikan setidaknya ada 5 penyebab abrasi yang disebabkan oleh kegiatan manusia (antropogenik) yang berpotensi menimbulkan perubahan garis pantai, yaitu:

1.    Terperangkapnya angkutan sedimen sejajar pantai akibat bangunan buatan seperti groin, jetty, breakwater pelabuhan dan reklamasi yang sejajar garis pantai.

2.    Timbulnya perubahan arus akibat adanya bangunan di pantai.

3.    Berkurangnya suplai sedimen dari sungai akibat penambangan pasir, dibangunnya dam di sebelah hulu sungai dan sudetan (pemindahan arus sungai)

4.    Penambangan pasir di perairan pantai, yang dapat mengakibatkan perubahan kedalam sehingga merubah pola arus dan gelombang pecah.

5.    Pengambilan pelindung pantai alami, yaitu penebangan hutan mangrove dan pengambilan terumbu karang.

Menurut Munandar dan Ika (2017), abrasi atau erosi adalah kerusakan garis pantai akibat dari terlepasnya material pantai, seperti pasir atau lempung yang terus menerus di hantam oleh gelombang laut atau dikarenakan oleh terjadinya perubahan keseimbangan angkutan sedimen di perairan pantai atau hilangnya daratan di wilayah pesisir, sedangkan akresi atau sendimentasi adalah timbulnya daratan baru di wilayah pesisir. Fenomena abrasi maupun akresi disebabkan oleh faktor alami dan manusia. Proses-proses alami dapat berupa proses hidro-oseanoografi, dari laut misalnya akibat hempasan gelombang, perubahan pola arus, angin dan fenomena pasang surut yang kesemuanya dapat menyebabkan abrasi pantai. Disamping itu, kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global semakin memperparah kondisi perairan pantai. Pemanasan global merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (C02), metana (CH4), dinitrooksida (N20) dan CFC sehingga panas dari energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Abrasi berdampak pada pengikisan garis pantai atau mundurnya daratan yang disebabkan oleh air laut. Berdasarkan gambar tersebut juga terlihat dimana garis pantai atau daratan mengalami kemunduran hingga mengenai pemukiman penduduk. Hal ini sangat berdampak buruk bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir dimana masyarakat harus selalu memperbaiki atau bahkan hingga pindah rumah, serta diungsikan dari daerah aslinya. Menurut Damaywanti (2013), dampak abrasi yang mengakibatkan banyak permasalahan seperti hilangnya lahan pemukiman, lahan pertambakan dan mata pencaharian yang berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Masyarakat yang hidup di wilayah pesisir seperti nelayan, petani dan petambak kehidupannya tergantung pada sumberdaya alam. Kondisi lingkungan dan sumberdaya alam pesisir yang rentan tersebut berdampak pada aspek sosial ekonomi dan sosial budaya penduduk. Dampak yang ditimbulkan dari abrasi yaitu megikisnya bibir pantai, sehingga semakin lama air naik ke permukaan, bahkan dapat merusak daerah disekitar pantai. · Penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pinggir pantai. Kerusakan hutan bakau di sepanjang pantai, karena terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar. · Kehilangan tempat berkumpulnya ikan- ikan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau Menghambat pengembangan potensi kelautan di daerah tersebut secara keseluruhan, baik pengembangan hasil produksi perikanan maupun pemanfaatan sumber daya kelautan lainnya.

Penyelesaian dari masalah tersebut dapat memiliki banyak jalan dan tahapan. Berdasarkan yang terlihat masyarakat setempat telah berupaya dengan membangun penahan gelombang berupa talut pancang bambu dan batu. Berdasarkan yang dilihat efektivitas dari bangunan penahan sederhana tersebut jauh dari kata efektif dan layak, walaupun sebenarnya bisa menahan tetapi hanya tidak begitu efektif dan terasa dampaknya. Penyelesain masalah tersebut dapat dilakukan dengan banyak tahapan dan cara yaitu:

1.    Penanaman tumbuhan pelindung pantai berupa mangrove, bakau, nipah, pohon api-api atau mungkin tanaman lainnya yang dapat menahan gelombang laut yang dating

2.    Melalukan pengisian pasir atau pengurukan Kembali (sand nourishment). Hal ini dilakukan dengan penambahan sedimen dengan menggunakan bahan dari laut atau dari darat. Upaya ini diharapkan bahan urukan tersebut dapat menjadi cadangan  apabila dibawa oleh air laut tidak langsung mengikis garis pantai

3.    Pembuatan Groin atau bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai dan berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai, sehingga bisa mengurangi/menghentikan erosi yang terjadi

4.    Pembuatan Seawall dan atau Breakwater. Dengan pembangunan tersebut diharapkan gelombang atau ombak besar yang dating tidak langsung menerjang daratan sehingga gelombang dapat pecah atau energinya berkurang dahulu sebelum membentur daratan.

5.    Pembuatan Sea dikes pada daerah pesisir perairan tersebut yang difungsikan untuk melindungi daerah dataran atau pesisi hantaman gelombang akibat air laut yang masuk.

  

Sumber Referensi:

Damaywanti, Kurnia. 2013. Dampak Abrasi Pantai terhadap Lingkungan Sosial (Studi Kasus di Desa Bedono, Sayung Demak). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013, 363-377

Diposaptono, Suyanto. 2011. Teknologi Mitigasi Tsunami. Materi Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir. Jakarta: LIPI

Munandar dan Ika Kusumawati. 2017. Studi Analisis Faktor Penyebab dan Penanganan Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Aceh Barat. Jurnal Perikanan Tropis, Vol 4(1), 47-56, 2017



Popular Posts

CTD atau Conductivity, Temperature, and Depth

 CTD atau Conductivity, Temperature, and  Depth  Definisi CTD           CTD atau conductivity, Temperature, and Depth adalah salah satu inst...